Latest Movie :
Recent Movies

Senin, 01 April 2013

Ruby





Variasi Warna : Merah-Darah, Keunguan, dan Kecoklatan
Kadar Transparasi : Transparant, Translucant, Opaque.
Kilap Polis : Kilap-Intan, Kilap-Kaca Index Bias : 1,766 - 1,774
Kadar Keras : 9. Berat Jenis :  3,97 – 4.00
Formula Kimia : Al2O3, Sistem Kristal : Heksagonal
Wilayah Penghasil : Myanmar, Srilangka, Muangthai, Tanzania.
Aura Batu : Memancarkan kewibawaan ; menumbuhkan rasa percaya diri dan kebijakan dalam mengambil keputusan.
Relefasi profesi : Militer, Pejabat Pemerintahan dan jabatan lain yang berhubungan dengan kepemimpinan

Batu Permata Ruby dengan warna merahnya yang mendarah melambangkan keperwiraan, kewibawaan dan rasa percaya diri yang tinggi. Tidak tau dari mana asal usulnya, namun warnanya “darah merpati” (pigeon-blood) pada ruby dinilai paling tinggi dipasaran dunia. Sayangnya istilah tadi terasa kurang meyakinkan kalo ditafsirkan secara harfiah karena, seperti apa sih sebenarnya warna darah merpati itu??? Lagipula kan tentu ada bedanya antara darah merpati yang tua dengan yang muda, yang sakit dengan yang sehat. Hanya karena salah kaprah, istilah ini terlanjur susah untuk diubah.

Ruby dan sapphire hakekatnya masih saudara sekandung dari keluarga mineral corundum. Mereka yang terlahir dengan warna merah, baik yang kecoklatan maupun yang keunguan, biasa disebut ruby ; sementara semua keluarga corundum yang berwarna lain lazim diberi nama Sapphire. Kadar transparasi Ruby bervariasi, mulai transparent sampai opaque (Ruby-Daging), dengan tingkatan harga yang berbeda-beda pula. Dan kalo bicara masalah harga batu permata, jenis ruby inilah salah satu yang paling mahal harganya di dunia. Ruby top yang berbobot lebih dari 10 carat bisa dinilai sampai US$ 20,000.00 per carat melebihi harga intan yang setara kualitas dan ukurannya.

Sebagian Ruby , bila diasah model polesan (cabochon), bisa memunculkan efek asterisma pada permukaanya. Dalam beberapa kasus tertentu adanya star ini bisa sangat mempercantik penampilan sebentuk ruby sehingga secara otomatis juga dapat mendongkrak nilai jualnya. Namun sayangnya, ruby yang ber-star ini kadar transparasinya cenderung agak ber”kabut” (karena justru “kabut” itulah yang menghasilkan efek star-nya) sehingga, soal harga, tetap saja tak sebanding dengan yang bersih-bening.

Sesungguh mineral corundum, sebagai induknya ruby, bisa ditemukan di banyak Negara. Namun bahan ruby yang terbaik hanya dihasilkan di sekitar wilayah Mogok, Myanmar, dimana dia sudah mulai ditambangkan sejak 700 tahunan yang laulu. Kebanyakan batu ruby berkualitas yang beredar di pasar sekarang ini berasal dari Srilangka (dengan warna merah agak keunguan) dan dari Muangthai (yang merahnya agak kecoklatan), tetapi dalam hal mutu dan harga tidak satupun dari keduanya bisa menandingi Ruby Burma (Myanmar) yang sudah termasyur itu.

Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakarta.

Topaz




Variasi Warna Kuning, Coklat, Biru, Merah, Putih
Kadar Transparasi : Transparant
Kilap Polis : Kilap-Kaca Index Bias : 1,610 - 1,638
Kadar Keras : 8. Berat Jenis :  3,53 – 3,58
Formula Kimia : Al2(SiO4), Sistem Kristal : Ortorombik
Wilayah Penghasil : Brazil, Srilangka, Nigeria dll
Aura Batu : Meredakan emosi; meningkatkan intuisi; memancarkan ketulusan dan keikhlasan
 Relefansi profesi : Praktisi bidang Spiritual, Ilmu Pendidikan, Seni Budaya

Topaz juga merupaka salah satu jenis batu permata yang bisa tampil dalam bermacam warna, walau selera budaya terlanjur menentukan warna kuning adalah yang paling pas buat dia. Secara komersial topaz termasuk kelas madya dalam kasta batu permata, namun yang berwarna kuning keemasan harganya masih bisa mencapai jutaan juga. Kuning keemasanya topaz menjadi perlambangan sinar matahari, symbol “kekuasaan tertinggi” sehingga batu ini banyak dipakai oleh para rohani berbagai agama. Ciri khas topaz : bila dihangatkan dia bisa menimbulkan medan-magnet cukup kuat untuk menarik sehelai rambut. 

Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakarta.

Sapphire






Variasi Warna : Biru, Ungu,Kuning, Orange, Hitam, Bening, Putih
Kadar Transparasi : Transparant, Translucant, Opaque.
Kilap Polis : Kilap-Intan, Kilap-Kaca Index Bias : 1,766 - 1,774
Kadar Keras : 9. Berat Jenis :  3,47 – 3.55
Formula Kimia : Al2O3, Sistem Kristal : Heksagonal
Wilayah Penghasil : Myanmar, Srilangka, Muangthai,Australia,Amerika Serikat,Tanzania.
Aura Batu : Mengembangkan daya pikir, Menumbuhkan inspirasi, optimism dan harapan baru.
 Relefansi profesi : Praktisi bidang keilmuan, Perdagangan , Wirausaha, Executive.

Sejatinya sapphire masih saudara sekandung dengan ruby karena keduanya berasal dari 2 jenis mineral yang sama, tapi oleh komunitas batu permata, semua jenis batu corundum yang berwarna merah biasa disebut ruby, sementara yang berwarna lain (biru, kuning, ungu, hijau, putih dll.) Dinamakan sapphire. Dari aneka sapphire ini yang kebetulan terlahir berwarna “biru kembang jagung” (corn flower blue) lazim dianggap sebagai yang paling top dan paling mahal harganya, disusul oleh sapphire bermana orange yang paling langka  yang disebut paparadcha.

Penggunaan nama ruby untuk corundum merah dan sappire untuk corundum biru sangat boleh jadi sekedar mengikuti kebiasaan bangsa yunani yang telah mengenal batu sapphire dan ruby ribuan tahun yang lalu sebelum jauh sebelum akhirnya para ilmuan membuktikan, pada sekitar tahun 1800-an bahwa kedua varietas batu tersebut ternyata berasal dari mineral yang sama (corundum). Sapphire dengan warna biru yang terbaik banyak dihasilkan diwilayah Kashmir, dekat kota Srinagar, India sehingga sering kali dia juga disebut sebagai sapphire biru Kashmir. Seperti halnya rubi, banyak permayta sapphire yang bisa menampilkan feel asterisma (star berjari 6) bila diasah model polosan dengan sudut yang benar. Efek star ini tercipta berkat adanya pantulan sinar yang berasal dari serat-serat ruttile lembut yang terkandung tersusun rapi didalam  tubuhnya.

Sapphire berkualitas yang besar ukurannya amat langka. Kalaupun ada, biasanya meraka sudah menjadi koleksi museum-musium kelas dunia seperti misalnya Musium Sejarah Alam di New York, AS, Pemilik “star of india” (536 cts) yang dianggap sebagai salah satu sapphire star asahan paling besar didunia. Begitu pula dengan “star of asia” (330cts) koleksi milik lembaga Smithsonian di Washington DC. Kemudian ada lagi sebentuk permata safir biru tua (132 cts) yang dulu dibeli oleh keluarga kerajaan perancis dari Benggala, India dan kini menjadi koleksi kebanggaan Musium Mineralogi di paris. Namun kalau bicara masalah ukuran beratnya, mungkin yang paling besar adalah sebongkah Kristal mineral safir star yang ditemukan pada tahun 1966 di wilayah Mogog, Myanmar, berbobot lebih dari 63.000 cts (12,6 kg).

Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakart

Citrine





Variasi Warna Kuning kecoklatan keemasan
Kadar Transparasi : Transparant
Kilap Polis : Kilap-kaca. Index Bias : 1,544 - 1,533
Kadar Keras : 7. Berat Jenis :  2,62-2,65.
Formula Kimia : (SiO2) Sistem Kristal : Heksagonal
Wilayah Penghasil :  Brazil, Rusia, Malagasi, dll.
Aura Batu : Menajamkan pikiran dan perasaan, merrangsang kegiatan positif dan kontruktif.
Relefansi profesi : Praktisi bidang penelitian dan pengambangan, pengobatan dan perbengkelan.

Citrine termasuk farietas kuarsa transparan yang disini dikenal sebagai batu kecubung kenanga. Bila warnanya kuning keemasan bisa tampil mirip(dan sering ditawarkan) topaz, bedanya kilap dan kilau topaz lebih tegas. Harga sitrin relative murah, masih dibawah ametis. Beberapa wilayah dinegri kita menghasilkan jenis batu ini tapi kurang bagus warnanya. Sitrin lazim diasah fasset agar tampil lebih marak dan seyogyanya dia diemban dengan perak karena kalau memakai meas akan kurang nampak. Kalau batu kuning faforit anda, sitrin inilah alternatifnya.

Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakarta.

Chrysoprase






Variasi Warna Hijau Muda sampai Hijau Tua
Kadar Transparasi : Translucant
Kilap Polis : Kilap-kaca.
Index Bias : 1,530 - 1,539
Kadar Keras : 6.5-7. Berat Jenis :  2,58 - 2,64.
Formula Kimia : (SiO2) Sistem Kristal : Heksagonal
Wilayah Penghasil :  Australia, Kanada, USA, Brazil, dll.
Aura Batu :Medatangkan kesejukan dan kesegaran, merangsang pertumbuhan dan kesuburan
Relefansi profesi : Praktisi bidang pertanian, agro bisnis, lingkungan hidup

Krisopras adalah varietas kalsedon yang berwarna hijau, biasanya disertai bercak-bercak warna putih. Kualitas terbaik berasal dari Australia, berwarna hijau segar dengan kadar translusan tinggi. Harga jual chrysoprase setara dengan harga batu permata madya yang lainya. Di Indonesia batu jenis ini banyak dihasilkan di Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara, bahan dari kedua daerah ini sering dihiasi bercak warna-warni hingga kadang menghasilkan batu gambar yang, kalu istimewa penampilanya, bisa dilabel dengan harga puluhan juta, tanpa rasa bersalah.

Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakarta.

Amonite






AMONITE
Variasi Warna Coklat, Putih, Hitam,
Kadar Transparasi : Translusan hingga Opak
Luster : Vitreous, Waxy, Pearly Index Bias : 1.52. 1.68
Kadar Keras : 4.5 – 5.5 Skala Mohs. Berat Jenis :  2.6 - 2.85  gr/cm3
Formula Kimia : CaCo3
Sistem Kristal : Orthoromik Tahun ditemukan : Pra Sejarah
Wilayah Penghasil : USA, Kanada

Amonite adalah sebuah batu permata mirip seperti opal. Amonite banyak ditemukan terutama di sepanjang lereng timur Pegunungan Rocky Amerika Utara. Amonite terbuat dari kerang Amon yang menjadi fosil 71 juta tahun yang lalu.
 
Pada tahun 1981, ammonite diberikan status batu permata resmi oleh Konfederasi Perhiasan Dunia dan pada tahun yang sama pertambangan komersial ammonite dimulai. Amonite ditetapkan batu permata resmi Provinsi Alberta pada tahun 2004 dan batu permata resmi Kota Lethbridge pada tahun 2007.

Ammonite juga dikenal sebagai AapoakAmon, Amolite, Calcentine, dan KoriteDan Korite adalah nama dagangyang diberikan kepada Amollite oleh perusahaan Alberta berbasis pertambangan Korite Internasional, produsenkomersial pertama dan terbesar ammonite.

Andradite







ANDRADITE (GARNET)
Variasi Warna Kuning, Hijau, Coklat, Hitam
Kadar Transparasi : Transparan to Translusan
Luster : Adamantine - Resinous Index Bias : 1.887
Kadar Keras : 6.5 - 7.0 Skala Mohs. Berat Jenis :  3.70 - 4.10  gr/cm3
Formula Kimia : Ca3Fe23+(SiO4)3 (Calcium Iron Silicate)
Sistem Kristal : Isometrik, Hexoctahedral Tahun ditemukan : 1868
Wilayah Penghasil : Norwegia, Mexico, USA, Romania

Andradite adalah anggota dari kelompok Garnet yang yang kita ketahui bahwa AlmandineAndraditeGrossularPyropeSpessartine dan Uvarovite juga termasuk kelompok garnetAndradite dibagi menjadi beberapa varietas, yaitu DemantoidMelanite dan Topazolite.

Demantoids adalah andradite yang berwarna hijau karena kandungan  kromiumnya dan demantoids merupakan varietas yang paling dikenal dari AndraditeDemantoid diberi nama dari Bahasa Jerman kuno, “demant" yang berarti "berlian"Melanites biasanya hitam dgn kandungan titanium oksida 1-5%. Melanite diberi nama dari kataYunani "Melan", yang berarti hitam. Topazolites adalah kuning langka untuk berbagai kuning keemasan dinamaikemiripannya dalam warna dan clarity untuk Topaz.

Apatite






APATITE
Variasi Warna Hijau, Ungu, Biru, Pink, Putih, Kuning, Hitam
Kadar Transparasi : Transparan hingga Opak
Luster : Vitreous Index Bias : 1.631 -1.646
Kadar Keras : 5.0 Skala Mohs. Berat Jenis :  3.10 - 3.25  gr/cm3
Formula Kimia : Ca5(PO4)3F (Calcium Fluoro Phosphate)
Sistem Kristal : Heksagonal - Dipiramidal Tahun ditemukan : 1860
Wilayah Penghasil : Jerman, Austria, Pakistan, Brazil, India

Apatite diambil dari Bahasa Yunani Î±Ï€Î±Ï„είν ("apatein"), yang berarti "menipu" atau "untuk menyesatkan", karena memang seringkali membingungkan ketika membedakan Apatite dengan Beryl, Andalusite, Topaz, Sphne  ataupunMilarite.

Apatite sebenearnya bukanlah nama mineral, namun apatite merupakan nama kelompok mineral. Kelompok apaptite terdiri dari 3 jenis mineral yaitu Flourapatite : Ca5(PO4)3F, Chlorapatite : Ca5(PO4)3Cl, dan Hydroxilapatite : Ca5(PO4)3(OH). Flourapatite merupakan varietas yang paling terkenal daripada 2 mineral lainya dan di dalam dunia perdagangan, Flourapaptite cenderung disebut sebagai apatite.

Apatite cenderung rapuh jika di pakai sbg batu permata karena kekerasan hanya 5 Skala Mohs. Namun apaptite sangatlah digemari oleh pecinta gemstone, baik yang kristal transparan ataupun yg translusan-opak dengan efek “cat`s eye” nya

Aragonite



ARAGONITE
Variasi Warna : Outih, Kuning, Biru, Ungu, Merah, Hijau 
Kadar Transparasi : Transparan hingga Translusan
Luster : Vitreous, Resinous 
Index Bias : 1.530 -1.685
Kadar Keras : 3.5 - 4.0 Skala Mohs.  
Berat Jenis :  2.95  gr/cm3
Formula Kimia : CaCO3 (Calcium Carbonate)
Sistem Kristal : Orthorombik - Dipiramidal Tahun ditemukan : 1797
Wilayah Penghasil : Spanyol, Namibia, Ceko

Aragonite pertama ditemukan pada tahun 1797 di Molina De Aragon, Spanyol. Maka dari itu mineral ini diberi nama sesuai tempat penemuanya yakni Aragonite. Aragonite adalah nama mineral sekaligus nama kelompok mineral. Kelompok aragonite terdiri dari Calcite : CaCO3 Calcium Carbonate, Whiterite : Br(CO3) Barium Carbonate,  Aragonite CaCO3 Calcium Carbonate dan Cerrusite PbCO3 Lead Carbonate. Dari sekian anggota kelompok Aragonite, Aragonitelah yang paling langka dan jarang ditemui sebagai batu permata karena batu ini terbilang lunak, maka dari itu kalopun ada yang memakai Aragonite sebagai batu permata, sudah dapat dipastikan kalo ukuranya kecil.

Aragonite dan Calcite memiliki komponen kimia yang sama namun berbeda pada sitem kritalnya. Sistem Kristal Aragonite : Orthorombik – Dipiramidal sedangkan Calcite : Trigonal – Heksagonal Scalenodral

Obsidian




Variasi Warna Hitam, Coklat, Hijau
Kadar Transparasi : Transparant, Translucant, Opak
Kilap Polis : Kilap-minyak. Index Bias : 1,48 - 1,51
Kadar Keras : 5 - 5.5. Berat Jenis :  2,3 – 2.6
Formula Kimia : SiO2(+Al2O3) Sistem Kristal : Amorf
Wilayah Penghasil :  Italia, USA, Indonesia, dll
Aura Batu : Menjauhkan perlaku yang bersifat negative, Menjaga keseimbangan fisik dan mental, menajamkan intuisi
Relefansi profesi : Praktisi bidang keilmuan, pendidikan, seni budaya, kemasyarakatan

Obsidian boleh dikatakan adalah mineral kaca alami, Dia terbipta dari bara magma yang meleleh keluar dari perut bumi kemudian membeku dengan cepat di permukaan tanah jadi berbeda dengan mineral lain yang membeku perlahan di dalam tanah, sehingga sempat memperoleh bentuknya yang khas sebagai kristal mineral.

Kebanyakan obsidian bersifat opak atau tranlusan, jarang yang transparent. Yang berwarna hitam bisa tampil menarik bila dihiasi bercak-bercak warna putih bermotif totol-totol atau mirip bunga salju ( snow flake obsidian) adapula yang bermotif garis-garis coklat dan hitam persis seperti serat kayu, ada lagi yang memiliki inden keperakan atau keemasan. Yang paling menarik adalah kalo indenya bermotif pelangi dengan kombinasi warna merah ungu biru hijau kuning, yang kemudian secara pas diberi nama obsidian pelangi (raibow obsidian)

Dibentuk polosan dengan pengarahan yang tepat, obsidian bisa tampil cukup cantik dan unik. Dan dengan kadar kekerasan 5.5 skala mohs dia merupakan permata yang paling mudah diasah. Sehingga sejak zaman purbakalapun dia telah dimanfaatkan oleh manusia baik sebagai perhiasan maupun sebagai peralatan karena keindahan dan juga ketajamanya.

Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakarta.

Emerald Beryl




Variasi Warna Hijau-Segar, Hijau kekuningan, Hijau Kebiruan
Kadar Transparasi : Transparant, Translucant
Kilap Polis : Kilap-Kaca Index Bias : 1,576 - 1,582
Kadar Keras : 7.5 - 8. Berat Jenis :  2,67 – 2,78
Formula Kimia : Al2Be3(Si6O18), Sistem Kristal : Heksagonal
Wilayah Penghasil : Rusia, Columbia, Brazil, India
Aura Batu : Menciptakan suasana sejuk, aman dan nyaman; enjaga kesegaran jasmani maupun rohani
 Relefansi profesi : Praktisi bidang kesehatan, Agrobisni, Lingkungan Hidup

Banyak Batu permata berwarna hijau tapi hijaunya Zamrudlah yang dianggap mempesona. Sebagai mineral, zamrud merupakan kelompok jenis beryl. Jenis beryl ini sebenarnya ada juga yang berwarna biru, kuning dan merah, tetapi hanya warna hijaunya yang sejuk dan teduh itulah yang membuatnya bisa tampil sejajar dengan batu permata mulia lainnya. Uniknya, mayoritas mineral zamrud terlahir dengan membawa cirri khas alami berupa retakan retakan ataupn serat-serat, sehingga kalo bisa menemukan satu yang betrwarna bagus dan berbody muluslah, ini dia!! Mau tau harganya?? Diapasar bebas sebentuk zamrud yang nyaris sempurna dan berukuran besar bisa dinilai diatas UD$ 10,000.00 per caratnya!

Sebagai batu permata, zamrud tampak paling anggun dan ideal bila diasah model faset dalam bentuk potongan persegi empat atau potongan zamrud (emerald cut), sehingga dia sangat digandrungi oleh kaum pria yang akan merasa bangga kalo dapat memakainya sebagai mata cincin dengan di tretes intan berlian pada bagia pinggiranya. Mantaplah rasanya.

Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakarta.

Peridot


Variasi Warna Hijau-daun, hijau-muda
Kadar Transparasi : Transparant. Translucant
Kilap Polis : Kilap-kaca.
Index Bias : 1,654 - 1,690
Kadar Keras : 6.5 - 7. Berat Jenis :  3,27 - 3,37.
Formula Kimia : (Mg Fe)2 SiO2 Sistem Kristal : Ortombik
Wilayah Penghasil :  Myanmar, USA, dll.
Aura Batu : Menyerasikan kondisi fisik dan psikis, memacu kebugaran, dan kesuburan
Relefansi profesi : Praktisi bidang kesehatan, agrobisnis, lingkungan hidup

Dalam perdagangan batu permata jenis ini sering disebut peridot, namun di lingkup mineralogy dia dikenal sebagai olivine. Ini dikarenakan sebagian besar dari jenis batu ini berwarna hijau daun zaitun ( olive), sehingga dulu orang Yunani menamakanya olivine. Secra structural peridot agak kurang menguntungkan disebabkan kadar kerasnya yang tidak rata. (6.5 – 7) hingga membuatnya cenderung rapuh dan kurang popular keculai sebagai pelengkap koleksi. Ajaibnya, mineral batu ini pernah ditemukan dalam sebuah meteorit yang jatuh di Tusia pada tahun 1794.
 
Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakarta.


Amethyst/Kecubung





AMETHYST
Variasi Warna Ungu, Ungu kemerahan, Ungu Muda
Kadar Transparasi : Transparan
Luster : Vitreous Index Bias : 1.544 -1.553
Kadar Keras : 7.0 Skala Mohs. Berat Jenis :  2.60 - 2.65  gr/cm3
Formula Kimia : SiO2 (Silicon Dioxide)
Sistem Kristal : Heksagonal Tahun ditemukan : Pra Sejarah
Wilayah Penghasil : Indonesia, Brazil, Zambia, USA, Uruguay

Amethyst adalah batu yang terkenal dengan keindahan warna ungunya. Amethyst sudah dikenal sejak zaman pra sejarah, dan di zaman mesir kuno amethyst biasa untuk digunakan sebagai perhiasan. Banyak amethyst yang diukir indah ketika zaman itu.

Orang yunani kuno percaya jika batu kecubung ini mampun mencegah mabuk dan pada abad pertengahan, tentara eropa menggunakan amethyst sebagai zimat pelindung ketika berperang. Mereka meyakini bahwa amethyst mampu menyembuhkan dan memberikan ketenangan ketika berperang.

Amethyst berasal dari bahasa Yunani yaitu "Amethystos" yang artinya "tidak mabuk". Dari bahasa Yunani a-"tidak"+ methustos"mabuk". Amethyst dianggap obat penawar yang kuat terhadap mabukitulah sebabnya mengapa gelasanggur yang sering diukir dari itu 

Di dalam satra Perancis abad ke-16, Di ceritakan bahwa DionysusDewa Mabuk dan Anggursedang mengejargadis yang bernama Amethystos, yang menolak cintanyaAmethystos berdoa kepada para dewa untuk tetap suci. Doa Amethytos pun di kabulkan dengan mengubah dirinya menjadi batu putih. Kemudian Dionysus (Dewa Mabuk dan Anggur) pin marah dan menuangkan anggur di atas batu putih itu sebagai persembahanpencelupan kristal ungu.

Torquoise/pirus





Variasi Warna Biru Muda. Biru kehijauan
Kadar Transparasi : Opak Kilap Polis : Kilap-minyak.
Index Bias : 161-165 Kadar Keras : 5 - 6. Berat Jenis :  2,60 – 2.80
Formula Kimia : CuAl6((OH)2/PO4)4 Sistem Kristal : Triklinik
Wilayah Penghasil :  Iran, afganistan, china, USA
Aura Batu : Menjernihkan pikiran dan perasaan, mencitrakan ketulusan, menjauhkan perilaku negative, melancarkan rejeki
Relefansi profesi : Praktisi bidang perdagangan, wira usaha, telekomunikasi, transportasi

Di eropa Batu Phirus, dikenal sebagai’ batu turki’ (Torquise) karena mula dia masuk kesana dibawa oleh para pedagang turki. Dimesir dan dinegara-negara arab Phyrus sudah banyak dipakai sejak Zaman Fir’aun, dan di Indonesia mulai dikenal dan disukai sejak kedatangan para saudagar arab dinegeri ini. Ternyata kegemaran terhadap batu Pirusmasih tetap berlangsung hingga sekarang. Bahkan Seandainya dilakukan jajak pendapat mungkin pirus termasuk ranking atas sebagai pilihan.

Diantara banyak jenis mineral batu permata opak, boleh jadi piruslah yg dinilai paling tinggi. Warnanya yang biru muda atau biru kehijauan menjadi cirri khasnya yang tidak ditemui pada jenis jenis batu lain. Apalagi jika kulitnya berhiaskan bercak urat berwarna kuning emas (atau bahkan emas beneran) dalam pola garis-garis seperti jala. Pirus seperti inilah yang menjadi buruan para kolektor walau harganya dipatok setinggi langit. Tipe inilah yang sangat terkenal dengan sebutan pirus urat jala emas.

Sebagai permata, Pirus termasuk batu yang relative lunak (5-6skala mohs). Kilap polisannya terkesan berlilin. Dia juga tidak tahan panas tinggi, yang bisa merubah warna biru mudanya menjadi hijau kusam kecoklatan. Begitu pula bila terkena air keras, atau bahkan keringat(Dalam jangka lama). Namun kelemahan ini biasanya tidak berlaku bagi pirus yang berasal dari iran(Persia) yang popular dengan sebutan pirus persi. Yang satu ini memang lebih keras, lebih mengkilap polesannya dan rata-rata lebih sedap warna birunya.

Mayoritas Pirus yang berada dipasar sekarang ini berasal dari China dan Amerika Serikat sebagai Negara penghasil utamanya. Sebagian Pirus dari amerika sudah dikeraskan dan dikuatkan dengan cara memasaknya dengan larutan fiberglas. Ciri batu pirus masakan ini kalau dipanasi uapnya berbau Plastik.

Secara komersial pirus dimasukan di kelas menengah dalam kasta batu permata. Dia termasuk batu laris dipasaran karena dipercaya ada tuahnya, yaitu membawa rejeki dan membantu melindungi keselamatan pemakainya selama perjalanan. Harga Pirus sangat bervariasi mulai puluhan ribu sampai diatas 1 jutaan perbiji tergantung Kualitas dan ukurannya.

Sumber :  
Fakta Fenomena dan Pesona Batu Permata, oleh Bapak Slamet Rahardjo. UP Sinar Ratna, Surakarta.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Permata Alam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger